This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, October 6, 2010

Status FB mu

Diam...diam aku menunggu, sukar
sukar aku meraih asaku, entah
entah apa yang dapat aku lakukan untukmu, bisu
kau bisu memilu angan gelapku

status, status FB mu selalu resah, gelisah
gelisah bak diterjang badai, ingin
ingin aku masuk dalam ruangmu, hampa
meski hampa tapi aku ingin jadi bagian dari hidupmu, siap
aku siap menjadi menghapus air mata darahmu, hingga
hingga akhir hidupku, suci...

kau bilang "sabar, aku harus sabar dengan semua ini", panting
kau terpanting terlena dalam egomu, pundak
aku siap menjadi tempat bersandar melepas laramu, hingga
hingga kau terlelap dalam sandarmu, semu?
tidak, sungguh aku siap untukmu

wahai burung yang berkicau dipagi hari
nyanyikanlah lagu untuknya, hingga
hingga ia tersenyum bak bidadari sorgaloka
yang menerangi hari yang gelap ini, tentu
tentu saja hatiku merekah, berbinar menatap indah senyumnya

jagalah ia wahai burung kecil
buatlah ia selalu tersenyum, dan
dan sampaikanlah salamku untuknya
"aku sangat ingin berada disisinya setiap saat"


Friday, July 2, 2010

Free Download Team Viewer

Software ini digunakan untuk me-Remote komputer dari jarak jauh...
Silahkan dicoba sendiri :)

DOWNLOAD

Sunday, June 27, 2010

E-Book Tutorial Adobe Premiere Pro

Helllllooooo...
Duh dah lama ne gw ga posting lagi ckckck
Hm... posting paan yah
Oya, kebetulan kemarin ada temen chat di FB gw, dia tanya2 soal Adobe Premiere Pro


Hm... mungkin gw kasih link Tutorial ja kali yah. Kan lumayan juga bantu2 orang dapet pahala.
Hehe
Oya, ne e-book udah lama sbenernya gw simpen di kompuiter gw tp gw jarang baca coz gw udah beli Bukunya yg lebih bagus. Judulnya The Magic Of Adobe Premiere pro karyanya Hendi Hendratman. Beliau itu udah banyak ngeluarin buku2 yg menurut gw bagus2 banget. Gw dah banyak beli buku2 dari karyanya dia termasuk The Magic of After Effect. eh ko dari tadi malah ngomongin dia yah tapi gp2 deh namanya juga nge fens.
hehe

Oya, ni nih Tutorialnya :
http://muadonline.4shared.com

Met belajar ya kawand2 :)
Good Luck

Sunday, May 23, 2010

Rasa Ini

Ada kesejukan saat aku menatap bola matamu
ketentraman yang tak pernah aku rasakan saat aku menatapmu
halus wajahmu dan putih kulitmu seperti jilbab putihmu
kau mampu membuatku hadirkan rasa
entah rasa apa ini...

Indah, aku merasakan itu
kau dihiasi pakaian islami, aku kagum denganmu
entah, entah kenapa aku tak dapat melupakanmu,
walau hanya sesaat.

Wahai gadis bunga, andai kau tahu perasaan ini
andai kau tahu apa maksud ini
andai kau tahu betapa aku ingin mengenalmu
tapi kau jauh disana




Bak mentari pagi kau terangi hatiku
hatiku mekar kembali
resahku kini telah tiada
kau penawar hatiku meski aku belum memilikimu

Ijinkan aku untuk membuat ini
aku harap kau tahu bahwa sebenarnya aku... (I thought you knew)
kau tak mengenalku tapi aku mengenalmu
photomu bak wujud aslimu disini...

Tuesday, March 16, 2010

Sablon Plastik

Hm...
Kemarin gw baru selesai bikin meja sablon. Tau ga sih, tu bikin meja gw udah lama sebenernya cuma baru gw seriusin kemarin n sorenya udah kelar.
Hayo berapa tebak berapa gw abisnya tuh bikin meja?

gw itung yah :
Kaca 43x52 Rp. 30.000
Jepitan buat screen (ga tau apa itu namanya cz gw lupa) Rp. 25.000
totalnya Rp. 53.000

kalau kayu n paku gw ga modal coz kebetulan gw tinggal dirumah yang lagi direnovasi jadi w tinggal mungutin kayu2 yang ga kepake.
*ga modal banget yah
ahaha



Oya, pas sore kemarin sebelum gw berangkat kerja, gw nyoba² sablon plastik. Ternyata susah banget ga kaya sablon baju atau bahan.
Pulang kerja jam 23.30 sebelum tidur gw nyoba lagi tapi tetep aja kerasanya susah. Walaupun gw dah familiar ma sablon tapi klw sablon berbahan plastik gw lom pernah nyobain n baru kali ini gw nyoba². Gw dapet 3 plastik itupun baru satu warna.

Pagi jam 6.00 setelah gw belajar, gw nyoba lagi lanjutin yang semalam (warna kedua) n tetep masih terasa susah. Cat nya terlalu cair (krn memang seperti itu) membuat gw gw harus cepat² n w ga bisa cepet karena harus ngepasin dulu ma warna yang semalam. udah gitu cat nya cepet kering di screen, mau ga mau gw bersihin terus tu screen pake obat M4.

yeah akhirnya selesai juga tuh plastik 3 biji (ko biji sih?). tapi tangan gw berlumuran cat n ga bisa diilangin ma sabun, bisanya diilangin pake obat M4 n itu membuat tangan gw perih udah gitu bau lagi.
Hikz hikz hikz

masih ada 47 lembar plastik lagi yang blom gw kerjain...
Semoga aja nanti hasilnya bisa lebih bagus...
Amin...

Tuesday, February 2, 2010

Kepergian Ibuku


Pagi ini matahari seakan muncul lebih awal. Warnanya ke emas-emasan dihiasi awan-awan halus berwarna orange tua, ada sebagian awan yang terlihat seperti sisik warna hitam. Ditemani nyanyian burung dan dedaunan yang bergoyang ditiup angin pagi, aku duduk dibalai asik memandang mentari yang bersinar dari ufuk timur. Aku hanyut terbawa indahnya sang mentari pagi.

"Randy, airnya sudah matang belum?" teriak ibuku yang terbaring lemas dikamar yang terbuat dari bilik bambu. Sudah sebulan ibuku menderita sakit. Aku tak pernah tahu ibuku sakit apa, la tidak pernah dibawa kedokter dengan alasan ekonomi dan jauhnya tempat dimana dokter prakter. Maklum rumahku jauh dari keramaian atau mungkin lebih pas disebut 'tengah hutan' karna jaraknya yang jauh ke tempat keramaian kota. Untuk sampai ke jalan raya saja kami harus melewati hutan dan naik turun bukit. Di kampung kami banyak sawah-sawah dan perkebunan kelapa. Ciwadung nama kampungku. Asri, indah, nyaman dan aman.

"Belum bu" sahutku sambil lari mengambil teko aluminium yang tergantung diatas dinding kayu berbilik bambu. Aku lupa kalau ibuku tadi menyuruhku memasak air untuk membuat teh untuknya.
Ayahku hari ini sedang ke sawah, dia biasanya sudah berangkat pagi-pagi sekali. Di Desaku tiap pagi selalu ramai oleh sibuknya para orang tua yang menuju sawah dan kebun. Tak jarang, aku juga sering ikut bersama ayah dan ibuku ke sawah. Aku masih teringat saat aku menggagai1 jerami di sawah, banyak belut dan ikan saat jerami diangkat ke galengan 2, aku paling senang tatkala ikan-ikan itu muncul kepermukaan atau jika tidak muncul airnya kami bedol. Selesai menggagai, kami membakar hasil dari gagaian tadi dan tak lupa ibuku menyiapkan sambal cobek sealakadarnya. Rasanya nikmat sekali ditambah dengan pemandangan sawah yang luas.

Jam 07.30, hari ini aku tidak masuk sekolah karena harus menjaga ibuku yang sedang sakit.
"Randy... jika seandainya nanti ibu meninggal jaga diri kamu yah" ucap ibuku diiringi tangis kecil namun pilu.
"Dan jangan sampai kamu putus sekolah, jika memang harus putus sekolah jangan sampai kamu meninggalkan pondok pesantren. ibu mau kamu menjadi anak yang soleh berbakti pada kedua orang tua..." tambahnya lagi sembari mengelus-elus rambutku. Aku tiduran dipangkuannya. Tak terasa air matanya menetas mengalir melalui pelipis matanya lalu menelusuri pipi keriputnya dan jatuh ke pipiku. Ibuku menangis seolah hari itu adalah hari terakhir bersamaku, anak terakhir yang paling disayang.
***

2 Minggu sudah berlalu. Ibuku masih terbaring lemas, sudah berbagai macam obat la minum namun penyakitnya tak kunjung sembuh. Hampir setiap hari rumahku ramai dikunjungi orang-orang yang menjenguk terutama ibu-ibu pengajian. Aku dan ayahku terkadang repot membereskan piring dan gelas-gelas bekas menjamu para tamu yang menjenguk. Maklum aku hanya tinggal bertiga dengan kedua orang tuaku. Saudaraku yang lain sudah berkeluarga semua jadi mereka sibuk dengan keluarganya sendiri.
Aku masih teringat dengan sikap kakakku, Asti, dia pernah berkunjung kerumahku namun itu juga karena ada undangan pernikahan tetanggaku. Dia hanya mampir sebentar setelah itu dia pergi lagi ke Jakarta. Seolah dia sama sekali tak perduli dengan kami. Suaminya Ade membuatnya seperti itu, mereka bahkan jarang berkunjung meski ibuku atau ayahku sedang sakit.

Rumahku yang tak bagus lagi malam ini banyak dikunjungi orang. Mulai dari tetangga hingga orang dari desa sebrang. Mereka terlihat sedih bercampur pilu saat aku memasuki rumahku. Aku baru pulang mengaji dari pondok pesantren yang juga tak jauh dari rumahku. Setiba aku dirumah, aku kaget saat saudaraku merangkulku dan mengatakan bahwa ibuku sedang Naza’3. Aku berlari menuju ibuku dan duduk lemas dekatnya, aku hanya bisa menangis sambil memegang tanggannya yang hangat...
Ibuku meninggalkan aku untuk selamanya setelah aku membacakan surat yasin dan kalimat "Laa Ilaaha Illallah"...



Ibu...
Aku masih ingat saat aku menangis didepanmu
Aku masih ingat saat aku membuatmu menangis
Aku masih ingat saat engkau mengelus-elus rambutku
Aku masih ingat saat engkau menumpahkan air mata jatuh keatas pipiku
Aku masih ingat saat engkau meregang nyawa

Ibu...
Aku ingin engkau kembali disini, didunia ini
Aku ingin engkau ada disetiap kepiluanku
Aku ingin engkau ada disetiap kesenanganku
Aku ingin berbagi denganmu
Hannya engkau pengobat laraku

Ibu...
Aku masih ingat saat engkau mengucap pesan
Aku masih ingat saat engkau mengusap airmataku
dipangkuanmu saat itu.
Aku masih ingat saat engkau melambai memegang tanganku erat

Ibu...
Kini kau telah tiada
Kini kau telah pergi jauh dan tak kembali
Kini aku sendiri tanpamu
Aku menangis disini, didunia yang kejam ini
Aku merindukan tanganmu yang lembut mengelus rambutku
Aku merindukan engkau wahai ibu...





Kamus :
(1)Gagai (bahasa sunda) mengangkat jerami yang sengaja di busukan ke pematang sawah atau galengan.
(2) Galengan = Pematang sawah
(3)Naza’ = Sakaratul maut

Ini adalah kisah nyataku. Tulisan ini tidak bagus dan menggunakan bahasa yang tidak begitu bagus juga namun jujur setiap aku membaca tulisanku ini, aku selalu saja ingin meneteskan air mata :((


Tuesday, January 19, 2010

**Hari Yang Lelah**

“Aa bangun…”
Bunyi SMS itu membangunkanku dari lelapnya tidur. Aku segera melipat kasur busa tipisku yang usang dan segera melangkah lelah terpanting timpang di atas teras yang sudah pudar warnanya.
“Makanya jangan maen futsal mulu” kata-kata itu menghiang ditelingaku namun aku tak patuh.

Cuaca pagi ini sangat cerah tidak seperti biasanya, burung-burung pun berkicau riang menyambut pagi benderang. Aku menatap keluar dari jendela kecil mungil berpagar besi tak utuh. Ada objek menarik disana. Awan putih background biru berbentuk love.

Pukul 07.00 aku merapikan komputerku untuk aku bawa ke temanku, mas Hadi. Ia akan membetulkannya karena sudah sebulan komputerku tak dapat aku gunakan.

“Assalamu Alaikum…” sapaku menunggu jawaban dari sang pemilik rumah yang masih terlihat sunyi senyap bagai tak ada penghuninya. Aku menunggu.
“Wa Aalaikum Salam…” Sahutnya, terdengar suara wanita. Lembut.
“Ada apa Muad?” Tanyanya padaku. Lembut, la tersenyum menyapa.
“Mau nitip motherboard untuk mas Hadi”
“oh yaudah sini nanti aku kasihkan yah…”

Jam 07.45 aku sampai ditempat kerjaku. Ada meja terpampang dekat pintu masuk kerjaku. Meja itu dipenuhi dengan ketupat, sayur, dan kerupuk warna warni. Mbak Rani dan Maya rupanya sedang berjualan. Mereka adalah pembantu bos ku.

“Wah mantab neh, boleh dong mencicipi. Kan baru buka, itung-itung promosi” Ucapku menggoda.
Dua makhluk itu cuma bisa tersenyum menyapa. Entah mungkin karena baru pertama kali mereka berjualan atau apalah aku tak tahu. Aku berlalu.

“Aa jangan lupa serapan dan minum obat kalau masih pusing. MISS U…” bunyi SMS itu mengingatkanku lagi

“Sreeeeeet”
Pintu geser tempat kerjaku terdengar keras ditelingaku. Entah apa maksudnya orang itu menggeser amat keras, apakah dia sedang emosi sehingga membuka pintu saja penuh dengan emosi. Aku tak tahu tapi yang jelas aku melihat sesosok tubuh gemuk berkulit gelap menggunakan jilbab warna cream. Tangannya menyodorkan sepiring ketupat sayur dipenuhi dengan kerupuk warna warni menggoda lidahku. Mbak Rani. Ia membuatkanku serapan pagi.

“Mas ni nyobain…” Ia menyodorkan sepiring ketupat sayur namun aku menolaknya karena hari ini aku sedang menjalankan puasa sunah. Hari Senin.

***

Pukul 15.30 aku harus segera bergegas pulang dari tempat kerjaku. Mandi, dan segera berangkat sekolah. Aku harus jalan kaki karena sepedaku sedang ruksak.
Badanku terasa pegal, Nyeri tak terhingga. “kalau pulang kerja jangan langsung mandi, istirahat dulu sebentar” kata-kata itu selalu ku ingat dan selalu aku patuhi namun tidak untuk hari ini. Aku harus sampai sekolah jam 16.30 karena ada seseorang yang menungguku disana.

Pukul 16.35. aku sampai sekolah lebih cepat dari biasanya, karena hari ini aku naik angkot. Tidak jalan kaki seperti yang sering aku lakukan setiap sekolah.
“Oya, Aa tar masuknya lebih awal ya. Aku tunggu jam 4.40 (16.40)” bunyi SMS itu masih aku ingat hingga membuatku terpingkal jalan kaki dari rumah ke tempat angkot biasanya nongkrong, lumayan jauh dari rumahku. Aku tahu persis bahwa sms itu adalah sebuah janji tapi kok udah jam 16.55 belum juga datang. KEMANA?

“Teeeeeettttt, teeeeeeeetttttt….” Bel sekolah sudah berbunyi, Pukul 17.00. Itu artinya aku harus segera masuk. Meninggalkan penantian yang melelahkan.
Ada Ana, mbak Susi, Eka dan teman-teman yang lain disana. Menyambutku dengan senyuman, ramah. Aku menyalami mereka satu persatu.

“Good Afternoon…” Sapa ibu Ponijah. Guru bahasa inggris favoritku.
Aku suka dengannya, Ia selalu membingbing murid-muridnya dengan sabar dan penuh dengan perhatian. Walau jawaban yang sedikit terkadang nyeleneh dari murid-muridnya Ia tetap tersenyum. “Maklum anak jaman sekarang” Katanya sabar.
***


“Allah hu akbar Allah hu akbar…” Suara adzan itu membubarkan kelas.
“Cukup sampai disini pembahasan soalnya. Bagi yang dapat mengerjakan 30 soal sini kumpulkan ke depan” pinta ibu ponijah, namun aku baru selesai mengerjakan 20 soal (jauh banget yah).
Entah kenapa waktu istirahat disekolah kami selalu ditentukan oleh suara Adzan, apa semua sekolah seperti itu juga?
Mendengar suara Adzan aku segera bergegas membereskan buku-ku dan menuju kantin untuk berbuka puasa.

“Iya nanti aku temenin(buka puasanya)” Aku menunggumu disini.

“Ayu mau minum ga? Gue teraktir deh” teriak Ade temanku dari arah belakang tempat dimana aku duduk berbuka puasa.
Ayu? Ternyata orang yang aku tunggu dari tadi sore jam 16.40 itu sudah ada dari tadi. Aku tersenyum walaupun Ia sudah membohongiku tadi sore dengan janjinya. Sungguh aku merasa senang. Rasa sakit itu sekejap pergi.
“Ga mau ah” jawabnya singkat.
Ia datang dari arah belakangku pelan. Hm… dia pasti kaget melihatku disini, menunggunya untuk buka puasa bareng denganku. Dia akan menepati janjinya yang kedua di hari ini.

“Mbak Tin tunggu Ayu…” panggilnya kepada Titin teman dekatnya.
Aku duduk dibangku kayu dekat box drink warna orange, aku melongo melihat dia cepat berlalu. Dia melupakanku. Dia melihatku namun diam tanpa kata dan berlalu. Aku menatapnya geram tak kuasa menahan. Aku benci.

“Aku tunggu jam 16.40 “, “Iya aku temenin” Apa arti kata itu bagimu? Apa itu hanya candamu? Kau sering melakukan itu padaku.

Sholat maghrib sudah usai, aku melihatnya duduk di anak tangga mushola memakai sepatu putih hitam kotak-kotak. Dia mendeham seolah ingin aku dekati dan mengatakan “Maafkan aku Aa” walau hatiku galau aku coba bersikap dewasa dan memaafkannya. Aku menghampirinya, diam tanpa kata. Hanya senyum gemulai Ia menatapku tajam, rintik air hujan mengiringi kesunyian antara kami berdua.

“Kemana kamu tadi jam 16.40, aku menunggumu disini” tanyaku emosi.

“Aku tadi nyari-nyari pulsa, mau beli pulsa 100 ribu tapi……”

“Cieeeeee” potong Ade menggoda kami berdua namun diam.

“Tadi kamu kemana?” tanyaku lagi

“Aduh kakiku sakit” la berdalih mengusap-usap kakinya yang biru. Jatuh dari motor.
Iba, rasa itu terlintas dibenakku. Aku lupa dengan persoalan yang ada. Aku elus kakinya, lembut. Dia menatap ku penuh perhatian seolah aku adalah malaikat baginya. Aku tersenyum sipu.

“Makanya kalau naik motor hati-hati sayang…” ucapku pelan, menyentuh.

Dia berdiri tanpa aku tarik pelan tangannya. Aku biasanya membangunkannya ketika dia selesai memakai sepatu. “Aku sayang kamu”
Dia meninggalkanku berlalu tanpa kata namun aku membuntuti mengekor dibelakangnya.

“Say kamu menyuruhku datang jam 16.40 karena ada suatu hal yang ingin kamu bicarakan ma aku, sekarang aku ada dihadapanmu. Aku ingin mendengarkanmu”

“Ga Ah, Ayu takut Aa marah ma aku”

“Aku akan lebih marah kalau kamu ga cerita”

“Tapi aku takut kamu marah besar ma aku”

“Aku janji ga akan marah”

“Udahlah lupain aja”
Jawabnya sewot, jawaban yang tak asing lagi aku dengar dari bibir manisnya. Kata-kata itu selalu ku ingat. Nothing to losse.

“Say liat aku, hari ini kamu sudah 2 kali membohongiku, kamu bilang aku suruh datang jam 16.40 tapi kamu tidak ada. Kemana kamu? Kamu sudah 3 kali membohongi aku untuk datang lebih awal tiba disekolah. Kamu bilang mau menemani aku berbuka puasa tetapi nyatanya tidak, kemana kamu?” tanyaku penuh amarah.
Entah kenapa hari ini aku merasa BT padanya. Walau hanya dibohongi seperti itu tapi aku merasa sakit sekali. Apa karena aku puasa?. Sepertinya itu mungkin karena dari pagi aku bawaannya ingin marah-marah mulu tapi apakah pantas aku berspekulasi? Aku merasa hari ini adalah hari terburuk, aku tau wanita ingin dimengerti tapi wanita juga harus mengerti sehingga wajar kalau aku menyerangnya dengan perkataan seperti itu.

“Astaghfirallah haladzim…” Ayu duduk, jongkok didepanku. Tungkul memikul beban menuai.

“Aku lupa banget Aa” lanjutnya lirih

“Oke lupain itu tapi aku mau kamu cerita sekarang juga tentang janji kamu yang pertama”

“Aku ga bisa Aa”
Dia menatapku lembut seolah tak berdosa namun wajahnya terlihat ayu, manja. Aku suka tapi aku memaksa.

“Oke, hari ini kamu udah 3 kali membohongi aku, aku ga suka dengan caramu. Kalau kamu tetap ga mau cerita aku akan marah ma kamu” ucapku memaki. Gusar.

“Udahlah Aa, lupain aja” pintanya manja tak berdosa.

“Ya udahlah kalau itu mau kamu”
Aku pergi meninggalkannya sendiri dalam kebingungan dibawah rindang pohon belimbing.
Aku segera masuk kelas, kepalaku pusing tak konsen mengikuti pelajaran, namun aku berusaha menyembunyikan dari mereka yang tak tahu apa-apa.

***

Sekolah sudah usai, aku mencari Ade untuk aku ajak pulang bareng namun aku tak menemukannya. Aku melihat Ayu bersandar berdua dengan Titin sahabatnya.
Hujan cukup deras mungkin itu alasannya kenapa dia tidak langsung pulang karena biasanya la langsung pulang tanpa menungguku. Aku acuh tak menghiraukan keberadaanya meski la menatapku. Namun aku penasaran dengan cerita yang ingin dia ceritakan padaku. Aku menghampirinya.

“Say kamu tetap ga mau cerita?”

“Udahlah Aa lupain aja”

“Jangan berjanji kalau kamu memang ga mau menepati”

Dia pergi berlalu bisu namun tatapannya menunjukan kesedihan yang mendalam. Entah apa yang sedang Ia pikirkan. Aku tak tahu.

“Ka Muad aku duluan yah” Pamit Titin sahabatnya.

Ayu menatapku sekali lagi dari kejauhan, aku biasanya mengantarnya pulang sampai Gg. Rumahnya namun tidak hari ini. Aku Galau.
Aku pulang sendiri, jalan kaki tertatih menari diatas aspal yang licin. Pegal sekujur tubuhku, sakit hatiku, kacau perasaanku. Aku lelah hari ini…

Sunday, January 17, 2010

Banner Muad Online

Tadi abis browsing nyari gimana caranya naro link feedback di FB tp ga dapet, eh malah ketemu tutorial naro BANNER DI FB.
Setelah mengikuti tutorial yang diberikan ternyata harus bikin banner nya (ya iyalah).
Hm... mau ga mau harus bikin banner dan akhirnya jadilah banner blog q.
hehe

Ini dia Banner nya :




Dicari: Pengantin Wanita untuk Pria China

Mengmeng baru barusia sebulan, tapi orangtuanya mulai sibuk mencari calon pengantin wanita baginya. Keluarga Zhang memastikan bahwa mereka telah memasukkan nama-nama teman yang baru saja melahirkan bayi perempuan dalam daftar tamu untuk pesta penting bagi Mengmeng Agustus silam.

Para ahli memperkirakan kesenjangan gender yang terjadi di China akan menyebabkan 24 juta pria tanpa pasangan menjelang 2020. Hal inilah yang membuat orangtua Mengmeng khawatir bayi lucunya itu kesulitan mendapatkan istri ketika dia dewasa.

"Saat ini, mencari pasangan sangat kompetitif, orangtua harus mempersiapkan lebih dini bagi anak mereka terkait sebuah sekolah yang baik atau pasangan," kata Zhang, seorang profesional keuangan berusia 30 tahun, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya, seperti dilansir The Straits Times, Minggu (17/1/2010).

Kebijakan 'satu anak' di China dan pilihan tradisional orangtua pada anak lelaki, merupakan kombinasi yang melahirkan tingginya angka aborsi lewat seleksi jenis kelamin.

Di China, rasio normal pria-wanita berkisar 103 atau 107 pria untuk tiap 100 wanita. Menjelang 1980-an, terdapat 108 anak lelaki lahir untuk tiap 100 anak perempuan, dan menjelang tahun 2000, perbandingan ini meningkat 116 anak lelaki untuk 110 anak perempuan, dan melonjak 140 anak lelaki di kawasan pedesaan.

Alhasil, China akan menghadapi kelebihan 24 juta perjaka pada akhir dekade ini berdasarkan studi mutakhir lembaga studi Chinese Academy of Social Sciences.

Sumber : Detikcom

Download IDM

Download Full Version Internet Download Manager (IDM)
Klick here to Download or copy this link below in your browser :
http://www.4shared.com/file/98732600/897b2968/IDM-516-Build3-wwwlebahwarnetn.html



Wednesday, December 30, 2009

HAPPY NEW YEAR 2010

HAPPY NEW YEAR 2010

Memorable moments are celebrate together,


You are my best friend for now & forever.


Make me miss you even more this new year,


Hope this 2010 bring happiness for you Dear...!







Sunday, December 20, 2009

Realistic water running on tap

Realistic water running on tap

Through this tutorial, we will learn how to use a combination of photoshop filters to create a realistic effect of water running from a tap..










































Let's start with a new document 500x500 pixels


Press "D" to reset your color palletes to black and white.



Create a new layer, then apply the following filter:
Filter » Render » Clouds







Apply: Filter » Blur » Gaussian Blur

Set: 6


Apply: Filter » Blur » Motion Blur


Set: Angle: 90, Distance: 80

Now go to Image » Image Size


Set: width: 300pixels (UNTICK the "Constrain Proportions" option ) then click ok.

So now your document should be 300 width and 500 high.

Next, go to Filter » Artistic » Plastic Wrap

Set: Highlight Strength: 15, Detail:10, Smoothness:10


Apply Filter » Sketch » Chrome


Set: Detail:0, Smoothness: 8

Go to Edit » Fade Chrome

Set: Opacity:100%, Mode: Hard Light
Now go to Image » Image Size

Set: height:800 pixels, leave all other settings, and make sure the "Constrain Proportions" is NOT checked.
Now go to Edit » Transform » Warp

Move the anchors around, inward, up and down, just play with it to shape it like running water.
Now, just add some gradient color to the background layer, and change it's water layer's blending mode to "Hard

Light"

Here is an image I made, simply by adding the above water's layer to a picture of a tap.


CLICK HERE TO DOWNLOAD PSD FILE





Source : http://www.tutorialwiz.com/water_on_tap/

Tutorial Photoshop - Light Beam

Photoshop: Light Beam

Introduction:
In this tutorial I am assuming that the reader, you, has intermediate photoshop skills and knows how to use the

photoshop tools and where they are. Therefore I will not spoon feed you. You should know how

to use the blur filters: Motion blur, Radial blur, and Gaussian Blur very comfortably.

This tutorial is not very hard at all and you should be able to make something like my beam if

you follow the steps I took. Please remember that as you get better with photoshop its more and

more up to you to decide what looks better or worse. The steps are not set in concrete! You may

get a better beam by doing something I didnt.

Time to complete: 20-30min

Step: 0


Open a new document. Make it big enough. I

used 2000x1500. Fill the background with black.

Step: 1
We are now going to make the main body of

our beam. Make a new layer and Select a rectangle about 20px wide and 1000px tall.


Step: 2
Fill the rectangle with white on

the new layer. Duplicate the layer and use Gaussian blur on it to give the original rectangle a

little bit of a glow. Merge the layers.


Step: 3
Using the smudge tool with a

"chalk" brush

and a 14% strength make a water droplet shape out of the bottom of our rectangle.


Step: 4
Duplicate the layer. Increase the

strength of the smudge tool to about 30% and make the droplet bigger.


Set the opacity of the new layer down to about 50%.


Step: 5
Use the Light

Rays
tutorial to make a whole bunch of light rays around our beam. Each on its own layer of

course.


Step: 6
If some of the

light rays dont fit in well you can use the liquify tool to bend them a little. You should now have

something like this.


Step: 7
Merge all the Light Rays onto

one layer. Duplicate that layer a few times and add various blur effects. I used motion blur at 52

degrees and then on another copy of the light rays layer motion blur at -52 degrees. Then I

added a layer of Gaussian blur to make the rays look like they are glowing.


Step: 8
We are now going to add some

dust particles. Using the

Dust Particles
tutorial make dust around the rays.

Step: 9
Duplicate the dust layer a few times and add

various blur settings. I used radial blur to give the beam the effect that it was moving really fast.

And some Gaussian blur to give the dust a glow.


Step: 10
I didnt like the original beam

body. I used a layer mask and a fuzzy brush to get rid of the stem and added a thinner one.


Step: 11
Merge

everything.

Step: 12
Using the Color

Balance tool add color to the beam.



That concludes this tutorial.

Using slightly different settings I made these

beams as well:




Source :
http://photoncubetutorials.blogspot.com/2006/04/photoshop-light-beam.html

Saturday, December 19, 2009

Download - B13-U: BANLIEUE 13 ULTIMATUM

Date Released : 18 February 2009
Quality : DVDRip
Info : imdb.com/title/tt1247640
Lihat : Trailer
Starring : David Belle
Genre : Action
----------------------------------------
Uploader by ndeso





Download File [379MB]
----------------------------------------
Download Subtitle Indonesia
Download Subtitle English
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

R E S E N S I

Kematian Taha Bemamud yang menjadi penguasa di daerah kumuh yang disebut District 13 ternyata tidak mampu membuat wilayah tersebut menjadi aman. Kosongnya kekuasaan membuat lima kelompok etnis di sana saling berperang memperebutkan kursi kekuasaan yang ditinggalkan Taha.

Di sisi lain, pemerintah Perancis berencana untuk membumihanguskan wilayah ini bila para penghuninya tak mau tunduk pada hukum yang berlaku di Perancis. Kini harapan seluruh warga District 13 bergantung pada Damien (Cyril Raffaelli) dan Leito (David Belle). Dua orang inilah yang tiga tahun sebelumnya berhasil menumbangkan kekuasaan Taha Bemamud yang berkuasa di District 13. Namun ada campur tangan pihak lain yang berusaha mengambil keuntungan dari pemusnahan District 13. Bila Damien dan Leito tak berhasil meyakinkan kelima para 'petinggi' lima kelompok etnis di wilayah kumuh ini untuk bersatu, maka tak ada lagi harapan buat distrik tersebut.


Source : cinema3satu.blogspot.com



Ranting Melintang dijalanku

Ya Allah...
Bulan ini aku banyak banget masalah. Bermula dari hilangnya hape Nokia N70 ME kesayanganku sampai kesulitan aku untuk bayar kost-kostsan. Mungkin ada yang berfikir kenapa sulit membayar kost-kostsan? ya itu karena aku diharuskan menebus rapot keponakanku yang bapaknya tidak bertanggung jawab, bukan aku pelit atau medit tapi hanya benci saja dengan sikapnya dia yang tak bertanggung jawab kepada istri (kakak-ku) dan anak-anaknya :(.
Selesai masalah itu aku dihadapkan lagi dengan masalah yang membuat aku kembali meringis, sebentar lagi aku UJIAN dan aku diharuskan melunasi SPP ku yang jumlahnya mencapai 700 ribu (belum termasuk 2010) tercatat dari tahun 2008 dan 700 ribu untuk Pendaftaran Ujian Nasional tapi yang ini aku sedikit merasa tidak terlalu berat karena bisa aku ajukan kepada Ayah (aku menyebutnya dia sebagai "Ayah"-ku karena dialah yang membuatku bangkit) tapi aku kembali berfikir, kenapa harus dia. Jujur aku bingung Ya Allah... Aku tidak enak kalau aku harus melakukan itu :((. Belum selesai masalah itu kembali membuatku menangis dalam hati, komputer kesayanganku ruksak dan belum bisa aku gunakan meskipun sudah beberapa kali aku betulkan (sendiri). Padahal komputer itu adalah jantung bagiku karena dialah yang membuatku berdiri seperti ini bekerja di warnet dan menjadi guru privat komputer.
Ya Allah semoga engkau tidak menimpakan masalah lain hingga aku menyelesaikan masalah ini, Ya Allah jadikan derita ini sebagai menuntun laju kehidupan untuk meraih mimpiku, Ya Allah berilah aku kekuatan.
Amin...



Langkahku Lelah Membelai

Akan aku patahkan kaki ini,
Demi mimpi yang terpati, rela aku sakit dalam tenang atau jerit
Meski kaki ini lelah melangkah aku akan tetap berjalan menelusuri jalan terang untuk masa depan
Disana terbentang tatanan rumah mewah dan mobil melambai

Semangat kaki-ku,
Aku berharap engkau membawaku kesana
Jangan engkau kalah dalam perang
Engkau bisaa...
Biar mereka bersorak mengkepak menatap langkahmu terhoyong-hoyong
Terpanting dalam gelap tapi tak pudar
Apa kata "MEREKA" jika engkau jatuh, tersimpuh

Ada terang disana
Jangan engkau hiraukan sorak ramai menindih
Gelap, hujan, petir. jangan lelah
Wahai langkahku gaduh
Jangan diam engkau harus menggebu
Menembus batas itu....


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More